EfRiLia…











Di sepanjang sejarah inggris, adalah Ratu Elizabeth I yang umumnya dianggap raja yang paling terkemuka. Empat puluh lima tahun pemerintahannya merupakan masa kemakmuran ekonomi, berkembangnya kesusastraan, dan munculnya inggris jadi kekuatan armada laut nomor wahid di atas samudera. Tatkala inggris tak lagi punya raja-raja yang menonjol, muncullah yang mengangkat inggris ke jaman keemasan. Elizabeth lahir tahun 1533 di Greenwich, inggris , dan ia menjadi Ratu pada usia 25 tahun.

Banyak masalah yang menghalang ratu muda belia ini diantaranya yaitu peperangan melawan Perancis; hubungan tegang dengan Skotlandia dan Spanyol; kondisi moneter pemerintah; dan di atas segala-galanya itu adalah awan gelap perpecahan agama yang bergantung di atas kepala inggris.

Elizabeth menangani politik luar negeri dengan cermat, luwes, dan berpandangan jauh. Di awal-awal tahun 1560 dia merampungkan “Perjanjian Edinburgh” yang menjamin penyelesaian damai dengan Skotlandia. Perang dengan Perancis berakhir dan hubungan kedua negara membaik. Tetapi, berangsur-angsur keadaan memaksa inggris terlibat pertentangan dengan Spanyol. Elizabeth berusaha menghindari perang, tetapi bagi Katolik militan Spanyol abad ke-16, perang antara Spanyol dengan Protestan inggris sulit terelakkan. Pemberontakan di Negeri Belanda melawan penguasa Spanyol merupakan faktor pembantu: pemberontak Belanda umumnya penganut Protestan dan tatkala Spanyol menggenjot pemberontak, Elizabeth membantu Negeri Belanda, meskipun sebenarnya Elizabeth pribadi tak punya gairah berperang. Umumnya rakyat inggris seperti juga para menteri dan parlemen lebih bernafsu angkat senjata daripada Elizabeth. Karena itu, ketika perang dengan Spanyol akhirnya meletus juga di tahun 1580an, Elizabeth peroleh dukungan kuat rakyat inggris. Baca entri selengkapnya »

Iklan


et cetera