EfRiLia…











{Mei 26, 2008}   Inggris Dukung Undang-Undang Frankenstein

KabarIndonesia – Para ilmuwan Inggris mendapat hak melakukan penelitian dengan embrio manusia-binatang. Senin lalu (19 mei 2008), parlemen di London meloloskan apa yang disebut pers sebagai UU Frankenstein. Masalah itu, menurut beberapa kelompok, merupakan pertanyaan penting mengenai etika selama dua puluh tahun.

Dengan adanya dimensi moral, keagamaan dan keilmuan, maka para anggota parlemen menyetujui UU tersebut, sesuai hati nurani. Dengan 336 anggota yang setuju dan 176 menentang, berarti dunia ilmu pengetahuan bisa melakukan sesuatu yang baru.
Bulan lalu, para ilmuwan dari Universitas Newcastle, mengumumkan bahwa mereka berhasil menciptakan embrio pertama yang terdiri atas sebagian manusia dan sebagian binatang. Hal itu tercipta dengan menyuntikkan DNA sel manusia ke sel telur, yang berasal dari indung telur sapi yang keseluruhan materi genetiknya sudah dihilangkan.

Embrio hibrida yang besarnya tidak lebih dari ujung jarum pentul itu, 99,9 persennya adalah manusia. Alasan menggunakan sel telur binatang yang kosong adalah, karena sel telur manusia langka. Embrio yang bertahan hidup tidak lebih dari 14 hari, digunakan untuk penelitian sel induk. Lama kelamaan itu akan bisa digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.  Melakukan pencangkokan di rahim adalah hal yang terlarang.

Harapan palsu

Hasil pemungutan suara di Majelis Rendah membelah para ilmuwan Inggris. Para penentang UU Frankenstein itu memperingatkan bahwa mencampur DNA manusia dan binatang, melanggar batas yang paling mendasar, membawa resiko yang tidak jelas, dan memberikan harapan palsu pada pasien. “Kami seperti anak-anak yang bermain dengan ranjau, tanpa mengetahui sama sekali bahaya dari teknologi,” kata anggota parlemen dari partai konservatif Edward Leigh.

Namun ia ada dalam kelompok minoritas. Argumen “Anda akan memilih apa, jika anak atau ibu Anda sedang sakit genetik dan dapat diuntungkan oleh penelitian embrio?” merupakan suatu pertanyaan yang menentukan. Tidak semua ilmuwan yakin, eksperimen dengan embrio hibrida yaitu campuran embrio manusia dengan embrio hewan, bisa menghasilkan terobosan medis. ‘Tapi penelitian dilakukan berdasarkan perasaan, berdasarkan ide. Dengan demikian, ilmu pengetahuan bisa mencapai kemajuan,’ kata anggota parlemen Ian Gibson. Namun eksperimen ini, oleh para uskup Katolik, dianggap ‘mengerikan’ dan ‘imoral’.

Obat mujarab

Sebelumnya, Perdana Menteri Gordon Brown, yang sendiri juga ayah seorang putra cacat genetik, menyerukan dukungan kepada para ilmuwan yang secara moral berupaya menemukan obat mujarab untuk penyakit genetik.

Bagi pemerintah Inggris sangat penting mempertahankan peran perintis di bidang penelitian genetik. Kebanyakan negara Barat lainnya melarang pengembangbiakan embrio hibrida. Itu sering dilakukan atas tekanan para pemimpin gereja. Inggris, yang pengaruh persekutuan gereja konservatif seperti gereja Katolik sangat kecil, menilai sangat penting penelitian ilmiah yang bebas. Untuk itu Inggris lebih menerapkan peraturan ketimbang larangan.

Sumber:  Radio Nederland Wereldomroep (RNW)

[http://www.kabarindonesia.com]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: