EfRiLia…











{Mei 27, 2008}   Analisa Kelompok Kawasan

Inggris merupakan suatu Negara yang berada di kawasan Eropa Utara, jika kita melihat Inggris sebagai suatu Negara yang merupakan bagian dari wilayah Eropa maka tentunya kita berfikir bahwa Negara ini merupakan bagian dari Uni Eropa juga. Walaupun Inggris merupakan bagian dari Uni Eropa namun semua orang tentunya sudah mengetahui bahwa Negara ini tidak menggunakan satuan mata uang yang sama dengan negar-negara Uni Eropa lainnya. Diamana Negara lain menggunakan Euro, Inggris masih bertahan dengan Poundsterlingnya.

Belum lama ini mantan perdana menteri Inggris Tony Blair menyalonkan diri sebagai ketua persatuan Negara-negara Eropa ini, semuala president Perancis nicholay sarkozy mengatkan bahwa ia mendukung, namun juru bicara president perancis nicholay sarkozy belum lama ini menyatakan bahwa nicholay sarkozy, mengurungkan niatnya untuk mendukung mantan perdana menteri inggris Tony Blair sebagai ketua persatuan negara2 Eropa tersebut. Pada konferensi pers yang dilakukan pada hari rabu 8 mei 2008 kemarin juru bicara resmi tersebut juga mengutarakan alasan president perancis itu tidak mendukung Blair.”peranan Blair terhadap penyerangan di Irak dapat menjadi permasalahan dalam kepemimpinannya nanti,karna itulah presiden kami meragukan kinerja Blair dalam menyatukan negara2 Eropa yang anti peperangan ” jelasnya. Setelah mengamati beberapa calon Nickholas Sarkozy akhirnya memutuskan  untuk mendukung Jean-Claude Juncker PM Luxemburg untuk maju dalam pemilihan tersebut. “keputusan tersebut sudah dipikirkan Bapak presiden kami dengan cukup matang, saya yakin beliau telah mempertimbangkan banyak hal dalam pergantian calon tersebut” ttambahnya.

Jika kita meliahat dari sekian banyak Negara-negara Eropa, dirasakan bahwa Perancis merupakan salah satu pesaing Inggris, mereka memiliki sejarah yang berhubungan, dimana antara Inggris dan Perancis pernah terlibat perang. Mereka sama-sama memiliki tekhnologi yang cukup baik dan kekuatan militer yang cukup kuat Namun perlu diingat bahwa untuk saat ini tidak ada permasalahan yang berarti antara Inggris dan Perancis. Mengenai pembatalan dukungan Sarkozy terhadap Blair itu lebih kepada Individu.

Iklan


Dalam hal keterlibatan Perang, Inggris merupakan Negara yang cukup aktif dalam hal peperangan. Dengan didukung oleh kekuatan militernya, inggris memiliki kepercayan diri tersendiri dalam berperang, diantaranya yaitu ketika Bala tentara Inggris menyokong pemberontak di Spanyol melawan Perancis dalam perang Peninsular di tahun 18081814, dengan didukung oleh kondisi alam yang menguntungkan, serta dibantu dengan pergerakan gerilyawan yang sangat aktif, pasukan Anglo-Portugis ini sukses mengganggu pasukan Perancis selama beberapa tahun. Puncaknya pada tahun 1815, tentara Inggris memainkan peran penting dalam mengalahkan pasukan Napoleon pada pertempuran Waterloo.

Selain itu Inggris juga terlibat dalam Perang Dunia I pada tahun 1914-1918, pada saat itu Inggris sebagai sekutu barsama dengan Belgia, Perancis, Yunani, Italia, Jepang, Rumania, Rusia, Serbia dan AS. Dan pada saat Perang Dunia II pun Inggris ikut terlibat dalam perang tersebut. Tidak sampai disitu saja, paska tragedi WTC 11 september 2001, setelah AS menyerukan perang terhadap terorisme. Afganiatan menjadi Negara dengan zona hitam, dengan tujuan menggulingkan kekuasaan Taliban yang dituduh melindungi Al-Qaeda serta untuk menangkap Osama bin Laden, Aliansi Utara Afganistan dalam menyediakan mayoritas pasukan, dengan dukungan dari Amerika Serikat dan anggota NATO lainnya seperti Perancis, Belanda dan Australia, Inggris pun ikut mengambil bagian dalam hal ini. begitu halnya pada Perang Teluk di Irak, Inggris ikut membantu AS dalam menginfasi Irak dengan dalil menyelamtkan Dunia dari senjata pemusnah masal yang dimiliki oleh Irak, yang meskipun sampai saat ini senjata pemusnah masal tersebut tidak pernah terbukti.



KabarIndonesia – Para ilmuwan Inggris mendapat hak melakukan penelitian dengan embrio manusia-binatang. Senin lalu (19 mei 2008), parlemen di London meloloskan apa yang disebut pers sebagai UU Frankenstein. Masalah itu, menurut beberapa kelompok, merupakan pertanyaan penting mengenai etika selama dua puluh tahun.

Dengan adanya dimensi moral, keagamaan dan keilmuan, maka para anggota parlemen menyetujui UU tersebut, sesuai hati nurani. Dengan 336 anggota yang setuju dan 176 menentang, berarti dunia ilmu pengetahuan bisa melakukan sesuatu yang baru.
Bulan lalu, para ilmuwan dari Universitas Newcastle, mengumumkan bahwa mereka berhasil menciptakan embrio pertama yang terdiri atas sebagian manusia dan sebagian binatang. Hal itu tercipta dengan menyuntikkan DNA sel manusia ke sel telur, yang berasal dari indung telur sapi yang keseluruhan materi genetiknya sudah dihilangkan.

Embrio hibrida yang besarnya tidak lebih dari ujung jarum pentul itu, 99,9 persennya adalah manusia. Alasan menggunakan sel telur binatang yang kosong adalah, karena sel telur manusia langka. Embrio yang bertahan hidup tidak lebih dari 14 hari, digunakan untuk penelitian sel induk. Lama kelamaan itu akan bisa digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.  Melakukan pencangkokan di rahim adalah hal yang terlarang. Baca entri selengkapnya »



Di sepanjang sejarah inggris, adalah Ratu Elizabeth I yang umumnya dianggap raja yang paling terkemuka. Empat puluh lima tahun pemerintahannya merupakan masa kemakmuran ekonomi, berkembangnya kesusastraan, dan munculnya inggris jadi kekuatan armada laut nomor wahid di atas samudera. Tatkala inggris tak lagi punya raja-raja yang menonjol, muncullah yang mengangkat inggris ke jaman keemasan. Elizabeth lahir tahun 1533 di Greenwich, inggris , dan ia menjadi Ratu pada usia 25 tahun.

Banyak masalah yang menghalang ratu muda belia ini diantaranya yaitu peperangan melawan Perancis; hubungan tegang dengan Skotlandia dan Spanyol; kondisi moneter pemerintah; dan di atas segala-galanya itu adalah awan gelap perpecahan agama yang bergantung di atas kepala inggris.

Elizabeth menangani politik luar negeri dengan cermat, luwes, dan berpandangan jauh. Di awal-awal tahun 1560 dia merampungkan “Perjanjian Edinburgh” yang menjamin penyelesaian damai dengan Skotlandia. Perang dengan Perancis berakhir dan hubungan kedua negara membaik. Tetapi, berangsur-angsur keadaan memaksa inggris terlibat pertentangan dengan Spanyol. Elizabeth berusaha menghindari perang, tetapi bagi Katolik militan Spanyol abad ke-16, perang antara Spanyol dengan Protestan inggris sulit terelakkan. Pemberontakan di Negeri Belanda melawan penguasa Spanyol merupakan faktor pembantu: pemberontak Belanda umumnya penganut Protestan dan tatkala Spanyol menggenjot pemberontak, Elizabeth membantu Negeri Belanda, meskipun sebenarnya Elizabeth pribadi tak punya gairah berperang. Umumnya rakyat inggris seperti juga para menteri dan parlemen lebih bernafsu angkat senjata daripada Elizabeth. Karena itu, ketika perang dengan Spanyol akhirnya meletus juga di tahun 1580an, Elizabeth peroleh dukungan kuat rakyat inggris. Baca entri selengkapnya »



Monday, 19 May 2008

PERDANA Menteri Inggris Gordon Brown punya cara tersendiri untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadapnya.

Dalam situs YouTube, Brown meluncurkan sebuah section yang didedikasikan khusus bagi publik untuk memberikan pertanyaan langsung kepadanya. Publik dapat mengirimkan video berisi pertanyaan kepada Brown di section bernama ”Ask the PM (Tanya Pak Perdana Menteri)” di http://www.youtube.com/downingst. Dalam bagian itu Brown akan menjawab pertanyaan yang paling populer pada akhir Juni.

Rencana awalnya, program ini digelar secara reguler di situs sharing video itu. ”Politikus memiliki kesempatan untuk bertanya kepada perdana menteri, saya rasa inilah saatnya publik mendapatkan kesempatan itu,” ungkap Brown. Inisiatif ini adalah perwujudan janji Brown untuk mendengar dan belajar setelah Partai Buruh kalah telak dalam pemilu lokal yang digelar pada awal bulan ini.

Dalam klipnya di YouTube, Brown mengundang publik untuk bertanya pada masalah-masalah seperti globalisasi, perubahan iklim, layanan kesehatan, lapangan pekerjaan, juga soal perumahan. ”Saya di sini untuk menjawab pertanyaan Anda semua,” papar Brown dalam videonya.

Pemimpin konservatif David Cameron, yang muncul secara langsung di webcam dari meja sarapannya, mengkritik Brown sebagai politikus analog di era digital. Lantas, sudahkah Brown menerima pertanyaan pertamanya? Ya, dia sudah mendapatkannya. Sayangnya pertanyaan itu malah bernada kritik.

”Mengapa di tiap video dan halaman pertama situs Anda pengunjung tidak diperbolehkan memberikan komentar,” demikian pertanyaan pertama yang diterima Brown di bagian ”Tanya Pak Perdana Menteri” itu.

Brown juga akan bicara di konferensi Google di London. Di sana dia akan berpidato tentang peran teknologi untuk mengurangi tingkat tindak kriminal dan memperbaiki akses pada pendidikan dan layanan kesehatan. (Rtr/alvin)



Kebijakan diplomasi suatu negara tentunya dapat berubah-ubah, yang tentunya sikap tersebut mewakili atas kepentingan negaranya. Salah satunya yaitu sikap diplomasi Inggris terhadap Iran mengenai permasalahan penangkapan 15 marinir Inggris yang dibekuk saat melanggar teritori Iran pada tahun 2007 lalu.

PM Inggris, Tony Blair, pada tanggal 4 april 2007 mengharapkan dialog langsung dengan Iran. Pernyataan pejabat Downing Street itu disusul pernyataan kantor PM Inggris soal kontak dengan para pejabat tinggi Iran termasuk Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani. Perubahan nada diplomasi itu dinilai sangat mendadak mengingat sebelumnya, Blair menetapkan ultimatum selama 48 jam kepada Iran untuk membebaskan para marinir Inggris. London mengancam akan mengambil langkah-langkah tegas jika Teheran tetap menolak membebaskan mereka.

Kronologi pelunakan nada diplomasi Inggris ini cukup menarik untuk dirunut kembali. Awalnya, Inggris mengecam penangkapan 15 marinirnya oleh Iran dan menuntut pembebasan mereka segera. Rencana Iran membebaskan seorang marinir perempuan Inggris bernama, Faye Turney, ditanggapi para politisi London dengan gertakan bahwa pembebasan Turney saja tidak cukup. Iran membalas gertakan itu dengan membatalkan pembebasan Turney. Muncul kemungkinan bahwa para pejabat Inggris salah memahami niat baik Iran untuk membebaskan Turney. Pembebasan Turney mereka anggap sebagai sinyalemen bahwa Teheran tengah tersudut. Namun setelah proses ini stagnan, kini Inggris mengubah gaya diplomasinya dan mengharapkan dialog langsung dengan Iran.

Secara keseluruhan, sikap Inggris dalam hal ini mengungkap watak dan penilaian kaum Barat terhadap negara-negara dunia ketiga khususnya negara Islam seperti Iran. Mereka akan menyodorkan berbagai dalih dan alasan hukum apapun jika persengketaan yang muncul menyangkut kepentingan negara lain. Namun mereka akan berjingkrak geram jika ada negara dunia ketiga bertindak seperti yang dilakukan oleh Iran saat ini. Sikap arogan, pongah, dan arbitrer, adalah reaksi pertama yang akan mereka tunjukkan. Dalam kasus penangkapan 15 pasukan Angkatan Laut Kerajaan Inggris misalnya, selain mengancam Teheran, London juga menuntut pembebasan mereka tanpa syarat dan tanpa perundingan apapun. Ini hanya sekelumit dari watak premanisme para politisi Britania.

Seperti yang telah berulangkali dikemukakan para pejabat Iran, penyelesaian masalah ini sangat mudah. Iran berharap Inggris meminta maaf dan menjamin agar pelanggaran serupa tak terulang kembali. Republik Islam Iran berharap Inggris dan Uni Eropa menghormati hak dan kedaulatan Iran, sebagaimana mereka tidak ingin hak dan kepentingan mereka diusik pihak lain. Alhasil, perkembangan selanjutnya soal kasus ini akan terus disorot masyarakat internasional dan Inggris diharapkan menghindari gaya diplomasi premanismenya terhadap Iran. Karena seperti yang terjadi saat ini, perubahan nada diplomasi Inggris terhadap Iran kini menjadi olokan media massa Eropa dan merusak reputasi negara tersebut di mata masyarakat internasional.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.



Jumat, 9 Mei 2008 | 14:28:16

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dalam keterangannya, Kamis (9/5) menyatakan bahwa Inggris akan menggalang negara-negara internasional untuk turun tangan dan menyalurkan bantuan berupa medis dan makanan kepada Myanmar atas musibah badai topan Nargis yang dialaminya.

Jakarta (BCZ) Rejim junta militer Myanmar lewat Menteri Luar Negeri U Nyan Win meminta bantuan dari Indonesia untuk meringankan beban bencana badai topan tropis Nargis yang melanda Negaranya. Juru Bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Legowo, Nyan Win menyatakan pada Hasan Wirayuda bahwa Myanmar terbuka pada semua bantuan yang ada.
“Kami menyambut baik segala bantuan humanitarian dari semua negara,” ucap Legowo menirukan ucapan Nyan Win kapada Hasan Wirayuda melalui telepon. Tetapi dalam praktiknya Myanmar yang dikuasai rejim junta militer ini sampai saat ini hanya menerima bantuan dari Asia dan menolak bantuan internasional yang berasal dari Barat. Bantuan Amerika dan Inggris ditolaknya mentah-mentah. Reaksi tersebut membuat Australia dan Kanada meminta bantuan Indonesia agar Myanmar mau lebih terbuka terhadap bantuan dari negara lain terutama dari pihak Barat.



et cetera